PENGUMUMAN PROYEK AKHIR UNTUK MAHASISWA D3/D4 IT PJJ Berkas Proyek Akhir(PA)

PENGUMUMAN PROYEK AKHIR UNTUK MAHASISWA D3/D4 IT PJJ

Berkas Proyek Akhir(PA) dikumpulkan paling lambat tanggal 31 Juli 2018 pukul 12.00 WIB di Pak Bahtiar Lab GIS lt 2.

Syarat untuk mengikuti Seminar Proposal Proyek Akhir :

•Buku Proyek Akhir tidak dijilid hanya dijepit hitam cover depan mika dan cover belakang buffalo putih. •Form Monitoring Bimbingan dengan tanda tangan pembimbing minimal 12. •Paper dalam bahasa Indonesia 6 halaman sesuai format prodi. •Lembar Persetujuan Dosen Pembimbing . •Print PPT presentasi. Syarat untuk mengikuti Seminar Proposal Proyek Akhir: •5 buah Paper dalam bahasa Indonesia. •5 buah Buku Proyek Akhir tidak dijilid hanya dijepit hitam cover depan mika dan cover belakang buffalo putih. •PPT presentasi. •Baju atasan putih dan bawahan hitam ( laki-laki menggunakan dasi) •Hub dosen pembimbing sehari sebelum seminar .

Ujian Proyek Akhir akan dilaksanakan Tgl : 2 SD 3 Agustus 2018 Batas akhir revisi setelah seminar tanggal 10 Agustus 2018 pkl:12:00 WIB. Koordinator PA D3/D4 PJJ Ira Prasetyaningrum

2018 Southeast Asia Creative Camp 3rd Batch

Workshop dan Event international yang bekerjasama didakan oleh beberapa instansi pemerintahan baik universitas maupun lembaga pendidikan lainnya serta PENS turut mengundang mahasiswa PJJ D3 maupun D4 untuk berpartisipasi mengikuti event yang diselenggarakan oleh PENS dan instansi terkait agar mahasiswa PJJ baik D3 maupun D4 dapat dikenal lebih luas  ,adapun waktu yang diberikan untuk mengikuti event yang diselenggarakan adalah sebagai berikut

Agustus                                  : Registration

September – November  : Training Period

December                              : Project Submision

January 2019                        : Winners Announcment

info selengkapnya bisa dilihat pada tautan berikut

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemenristekdikti Sederhanakan Regulasi dan Cabut 20 Peraturan yang Tidak Relevan

Bogor – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia harus adaptif dan fleksibel agar relevan dengan tantangan revolusi industri 4.0. Untuk mendukung tujuan tersebut Kemenristekdikti telah melakukan berbagai penyederhanaan regulasi dan mencabut kebijakan yang dianggap tidak relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami sudah mencabut lebih dari 20 Permen yang sudah tidak relevan. Kurikulum kita harus ada penyesuian menghadapi revolusi industri 4.0 dan ‘distruptive innovation’. Para dosen dan pimpinan harus tahu tentang perubahan perubahan ini, saya harus sampaikan kebijakan Kemenristekdikti. Ada yang sudah tau, ada yang belum, oleh karena itu harus ada penyeragaman informasi tentang perubahan perubahan tersebut,” ucap Menteri Nasir.

Hal tersebut di sampaikan oleh Menristekdikti saat memberikan sambutan dalam acara Pra-Lokakarya dan Re-Orientasi Kurikulum 2019 Institut Pertanian Bogor yang dilaksanakan di Auditorium Andi Hakim di Kampus IPB, Dramaga (4/06). Kegiatan ini dihadiri Rektor IPB, para dekan dan dosen di lingkungan Institut Pertanian Bogor.

Lebih lanjut Menteri Nasir mengatakan perlu ada penyesuaian sistem pembelajaran di Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Menteri Nasir mengungkapkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan ‘online learning’ merupakan program yang strategis dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang saat ini masih di angka 31,5%.

“Perkuliahan yang selama ini face to face di kelas, jumlah mahasiswa yang diajarkan hanya sedikit, namun dengan digitalisasi bisa lebih luas. Apalagi IPB adalah instititute pertanian terbaik di negeri ini, rakyat dari pelosok negeri seperti di luar Jawa dan Bagian Timur Indonesia juga ingin mendapatkan pembelajaran yang baik seperti di IPB. Dengan digitalisasi ini sangat mungkin,” pungkas Menristekdikti.
Read more at https://ristekdikti.go.id/hadapi-revolusi-industri-4-0-kemenristekdikti-sederhanakan-regulasi-dan-cabut-20-peraturan-yang-tidak-relevan/#SoX75iyVWlComd2M.99

World Post Graduate Expo 2018 Pameran Pendidikan dan Peran PJJ dalam Pengembangan Belajar

Pameran perguruan tinggi di seluruh indonesia yang dihadiri oleh 80 lebih institusi negeri dan swasta membuka wawasan bagi para mahasiswa dan siswa yang mencari informasi untuk melanjutkan studi lanjutan di institusi yang di inginkan. Ristekdikti sebagai lembaga pendidikan pun juga menunjukkan progam unggulan yaitu Pendidikan Daring atau lebih di kenal dengan PJJ (Pendidikan Jarak Jauh). Antusiasme pengunjung terhadap pendidikan terlebih tantang kuliah daring dari PENS, membuat pameran yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 12-13 Mei 2018 di Jakarta Convection Center (JCC) Senayan juga mendapat perhatian dari masyarakat dan juga sambutan hangat dari Menteri Ristekdikti

Kaprodi TI menjelaskan kepada pengunjung tentang PJJ

Bapak Menteri  Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak ditemani oleh rof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. dan Uwes Anis Chaeruman, M.pd. mengunjungi dan melihat berbagai fitur yang diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ PENS) untuk melakukan proses pembalajaran daring yang saat ini di gencarkan oleh Dikti.

Menteri Ristekdikti mengunjungi Both Pendidikan Jarak Jauh di Acara World Post Graduate Expo

Pameran tersebut adalah sebuah serangkaian acara pada Hari Pendidikan Nasional yang dilangsungkan secara continue selama 2 hari di Jakarta, Selain membuka acara pameran World Post Graduate Expo banyak kegiatan yang dilakukan seperti pembukaan dan launching program terbaru untuk Kuliah Daring dari Ristekdikti

Peluncuran Program Untuk Kuliah Daring

Sambutan Menristekdikti Pada Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018

Menghadapi revolusi industri 4.0, Kemenristekdikti sudah bergerak. Kami menggagas beberapa kebijakan untuk menjawab kebutuhan di era ini. Salah satu kebijakan yang akan segera di implementasikan adalah Program Pendidikan Jarak Jauh atau PJJ, di mana dalam waktu dekat Kemenristekdikti akan mengeluarkan permenristekdikti untuk mendukung pelaksanaan program ini. Adapun salah satu implementasi dari kebijakan mengenai PJJ nantinya adalah pembangunan universitas siber (Cyber University) yang dipersiapkan untuk pembelajaran daring. Pendidikan tinggi ke depan akan menawarkan banyak pilihan model pembelajaran, mulai dari face to face, online learning, hingga blended learning. Kita tidak dapat memungkiri bahwa saat ini pendidikan memang sudah mengarah ke online learning, meski di sisi lain tak sedikit perguruan tinggi yang masih mengalami kendala dalam infrastruktur. Ke depan pengembangan PJJ diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi berkualitas secara signifikan. Saat ini, angka partisipasi kasar atau APK pendidikan tinggi baru 31,5%. Kenyataannya, jika pembelajaran hanya diterapkan secara konvensional, peningkatan APK hanya berkisar di 0,5% per tahun. Namun dengan terobosan PJJ ini, diharapkan APK pendidikan tinggi mampu melesat mencapai 40% di tahun 2022-2023, asalkan PJJ dapat diakses oleh lebih banyak orang dan secara efektif diterapkan.

SALINAN PETIKAN SAMBUTAN MENRISTEKDIKTI DAPAT DI UNDUH DI SAMBUTAN-MENRISTEKDIKTI-2-MEI-18_final